Jika Belum Bisa Baik, Jangan Menjadi Buruk
Di bawah langit Jumat yang teduh, kegiatan “Jumat Nyucikeun Diri” kembali digelar. Sebuah ruang refleksi sederhana, namun sarat makna. Bukan tentang siapa yang paling pintar berbicara, tetapi tentang siapa yang mau belajar memperbaiki diri.
Saat H. Deden Anwar Fauzi, M.Pd.I mulai menyampaikan ceramahnya, suasana berubah menjadi hening. Kalimat demi kalimat mengalir perlahan, menyentuh sisi yang sering kali tersembunyi di dalam hati manusia. Hingga sebuah kalimat sederhana terdengar kuat memenuhi ruangan:
“Jika hari ini saya tidak bisa berbuat baik, setidaknya saya tidak berbuat jelek.”
Kalimat itu seperti mengetuk kesadaran banyak orang. Bahwa hidup tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, perjuangan terbesar manusia justru ketika mampu menahan diri:
- menahan amarah,
- menahan ucapan yang menyakitkan, dan
- menahan tindakan yang bisa melukai orang lain.
Beliau mengajak seluruh siswa memahami bahwa kebersihan diri bukan hanya tentang pakaian yang rapi atau tangan yang bersih, tetapi juga tentang hati yang dijaga dari iri, sombong, dan kebiasaan buruk.
Sesekali para siswa menunduk. Sebagian terdiam. Bukan karena takut, melainkan karena sedang sibuk berbicara dengan nuraninya masing-masing.
Kegiatan Jumat Nyucikeun Diri pagi itu bukan sekadar rutinitas mingguan. Ia menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menumbuhkan akhlak dan kemanusiaan.
Dan dari pagi yang sederhana itu, tersimpan harapan besar: agar setiap langkah yang keluar dari sekolah ini bukan hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga generasi yang mampu menjaga hati, menjaga sikap, dan menjaga martabat dirinya.
Kontributor : Tim media ekologi

.jpeg)
Leave a Comment