Merah Putih Berkibar, Janji Siswa Diuji
![]() |
| local photo 2025 by. doc, momen upacara |
"Sebuah pengingat, bahwa janji bukan sekadar kata, melainkan tanggung jawab."
Purwakarta, 22/9/25. Langit pagi tampak biru bersih, seolah menyambut langkah tegap para siswa SMPN Ekologi Kahuripan Padjajaran yang berbaris rapi di lapangan sekolah. Senin, 22 September 2025, menjadi saksi khidmatnya pelaksanaan upacara bendera, sebuah rutinitas yang tak sekadar simbolis, tetapi juga pengingat akan cinta tanah air dan disiplin diri.
Bendera Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, diiringi suara lantang lagu kebangsaan Indonesia Raya. Semua peserta menundukkan hati, seolah menyatukan jiwa mereka dengan semangat perjuangan para pahlawan.
Yang tak kalah berkesan, adalah sambutan dari Pembina Upacara, H. Deden Anwar Fauzi, M.Pd.I., Wakasek Humas SMPN Ekologi Kahuripan Padjajaran. Dengan suara yang berwibawa namun penuh kehangatan, beliau mengingatkan kembali janji siswa yang baru saja dilafalkan bersama.
"Janji bukan sekadar kata-kata, melainkan komitmen yang harus dijaga," tegasnya. Ia menekankan pentingnya hormat kepada orang tua dan guru, belajar dengan tekun, serta menjaga nama baik sekolah dan almamater. Pesan ini disambut hening penuh makna, seolah meresap ke dada setiap peserta upacara.
Namun, satu kalimat penutupnya seakan menjadi petir di siang bolong, menggugah kesadaran para siswa:
"Manisnya kopi masih bisa dinikmati, tetapi manisnya janji terkadang membuat sakit hati."
Sebuah kalimat sederhana, namun sarat makna, mengingatkan bahwa janji siswa yang diucapkan harus dijaga dengan tanggung jawab, bukan sekadar manis di bibir.
Upacara bendera pagi itu berakhir dengan doa dan harapan: semoga seluruh siswa mampu menjadi pribadi yang berkarakter, berdisiplin, serta menjunjung tinggi kehormatan diri, keluarga, dan sekolah tercinta.
tim. media ekologi


Leave a Comment